Google Yahoo Msn

PERBEDAAN BELAJAR INDIVIDU DALAM PROSES BUILDINGCHARACTER DALAM PENDIDIKAN - Psikologi pendidikan

Written By Azhar El-Marosy on Thursday, May 10, 2012 | Thursday, May 10, 2012

copy makalah

copy makalah




  ILMU PENDIDIKAN PSIKOLOGY ”
DOSEN : UMY KUSYAIRY, S.PSI. M.A





DI SUSUN OLEH
KELOMPOK. VI
                                                NAMA              :DARMAYANTI
                                                                         ABD. GAFUR
                                                                         FATMASARIH
                                                                         AMIRUDDIN
MATERI            :  PERBEDAAN  BELAJAR  INDIVIDU  DALAM  PROSES    BUILDINGCHARACTER  DALAM  PENDIDIKAN





                                                                                                                          

                                                                                                                              
BAB.  I
PENDAHULUAN
A.  LATAR BELAKANG
    
Psikologi pendidikan adalah studi yang sistematis terhadap proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan. Sedangkan pendidikan adalah proses pertumbuhan yang berlangsung melalui tindakan-tindakan belajar (Whiterington, 1982:10). Dari batasan di atas terlihat adanya kaitan yang sangat kuat antara psikologi pendidikan dengan tindakan belajar. Karena itu, tidak mengherankan apabila beberapa ahli psikologi pendidikan menyebutkan bahwa lapangan utama studi psikologi pendidikan adalah soal belajar. Dengan kata lain, psikologi pendidikan memusatkan perhatian pada persoalan-persoalan yang berkenaan dengan proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan belajar.
Karena konsentrasinya pada persoalan belajar, yakni persoalan-persoalan yang senantiasa melekat pada subjek didik, maka konsumen utama psikologi pendidikan ini pada umumnya adalah pada pendidik. Mereka memang dituntut untuk menguasai bidang ilmu ini agar mereka, dalam menjalankan fungsinya, dapat menciptakan kondisi-kondisi yang memiliki daya dorong yang besar terhadap berlangsungnya tindakan-tindakan belajar secara efektif.
B.  RUMUSAN MASALAH
-          Apakah pengertian dari belajar, serta pengertian carakterbuilding ?
-          Apakah  definisi dari  belajar individu dan kelompok dalam proses CharacterBuilding  ?
-          Apakah perbedaannya antara belajar individu dan kelompok dalam proses CharacterBuilding  ?



BAB.  II
PEMBAHASAN

PERDEDAAN  BELAJAR  INDIVIDU DALAM PROSES CHARACTERBUILDING  DALAM PENDIDIKAN
Sebelum kita  lanjut tentang pembahasan  perbedaan belajar individu dalam proses buildingcharacter  mari kita fahami tentang perbedaan individu itu sendiri. lama sebelum perbedaan-perbedaan  individu di pelajari secara ilmiah orang telah menyadari bahwa ada perbedaan antara orang yang satu dengan orang lain. Perbedaan itu tidak hanya mengenai besar, bentuk dan roman muka, tetapi juga mengenai tingkah laku dan perbuatan. Bahwa walaupun dua orang sepintas lalu menunjukkan adannya ciri-ciri jasmani yang sama, misalnya pada anak kembar identik, maka bila diamati secara seksama terdapat juga perbedaan itu


A.  Pengertian belajar.

1. pengertian belajar.
Belajar  adalah suatu aktivitas yang menuju kearah tujuan tertentu atau dengan kata lain adalah proses keingin tahuan yang telah kita tahu menjadi lebih tahu, dan diartikan sebagai proses perubahan atau modivikasi.
Dalam hal ini  ada beberapa pendapat tentang pengertian belajar diantaranya adalah:
Ø Pendapat dari aliran psikology yang dipelopori oleh Thomdike aliran koneksinonisme mengemukakan bahwa belajar adalah usaha untuk membentuk hubungan antara perangsang dan reaksi, karena orang belajar mengadapi masalah yang harus di pecahkan. Masalah ini merupakan perangsang atau stimulus terhadap individu. Kemudian individu ini mengadakan reaksi terhadap rangsang, dan bila reaksi itu berhasil, maka terjadilah hubungan perangsangan dan reaksi maka terjadilah peristiwa belajar.
Ø Pendapat dari  para ahli psikology gestalt mengemukakan bahwa belajar adalah suatu proses aktif, yang di maksud proses aktif disini adalah, bukan hanya aktifitas yang nampak seperti gerakan-gerkan badan, akan tetapi juga aktivitas-aktivitas mental, seperti proses berfikir, mengingat dan sebagainya.
Ø Para pengikut psikologis -dalam atau mereka yang bergerak di bidang lapangan psikology klinis mengatakan bahwa  belajar adalah usaha untuk mengatasi ketegangan-ketegangan psikologis. Bila orang ingin mencapai tujuan, dan ternyata mendapatkan rintangan. Maka hal ini menimbulkan ketegannya. Ketegangan itu bisa baru berkurang bila rintangan ini di atasi, dan usaha mengatasi inilah yang dinamakan belajar.
Ø Howard   L. Kingskey mengatakan bahwa learning is the process  by which behavior  (in the broader sense) is originated or changed through practice or training. Belajar adalah proses di mana tingkah laku (dalam arti luas) ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan.
Ø Drs. Slameto mengemukakan pengertian tentang belajar yaitu suatu proses yang di lakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan.
Ø Cronbach berpendapat bahwa sebagai suatu aktivitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman ( experience).
Usaha  - usaha untuk mengatasi  / menanggapai perbedaan individu di sekolah ialah dengan mengadakan study rombongan atau homogen (kelompok). usaha ini biasanya dilaksanakan dengan mendasarkan hasil pengetesan.  Usaha lain yang dilakukan oleh Miss helm Parkhurst yaitu dengan mengadakan pendidikan campuran antarasistem klasikal dan sistem individual.

B.  Pengertian pendidikan.

Para  ahli pendidikan mengemukakan pendapat tentang arti dari pendidikan :
Ø   Driyarkara mengatakan pendidikan adalah pemanusiaa manusia muda atau pengangkatan manusia ke taraf insani
Ø    Ahmad  D. Marimbah mengatakan pendidikan adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama.
Ø   Sedangkan menurut  UU Nomor 21  Tahun  1989, pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan,pengajaran, dan latihan bagi peranannya dimasa yang akan datang.
Ø  Sumadi Suryabrata pendidikan merupakan suatu proses terhadap anak didik berlangsung  terus sampai anak didik mencapai pribadi dewasa susila.

C.                 Pengertian CharacterBuilding.
Membangun karakter atau yang lebih populer dengan istilah Character Building, merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Istilah ini biasanya banyak dijual di kursus-kursus kepribadian, bahkan diobral di seminar-seminar yang bertajuk pengembangan diri, entah itu dalam bentuk implementatif maupun hanya sekedar teori. Oleh karenanya wajar apabila kemudian timbul pertanyaan dari pembaca yang budiman : “Membangun karakter? Apa, sih?
Di bawah ini akan kami jelaskan tentang Building (pembentukan) dan character (karakter) secara singkat, yaitu sebagai berikut :

1.      Pengertian building.
Building (pembentukan) adalah proses pengolahan dan pembentukan suatu unsur atau materi yang sudah ada menjadi sesuatu yang baru dan berbeda, yang bisa di jadikan suatu pandangan positif dalam kehidupan sosial atau orang lain.
2.      Pengertiang character.
Character adalah sifat-sifat kejiwaan, seperti tabiat, watak, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. Dalam arti bahwa  karakter berkaitan dengan  kekuatan moral, berkonotasi positif. Jadi, orang berkarakter adalah orang yang mempunyai kualitas moral (tertentu) yang positif. Secara implisit  membangun arti membangun sifat atau pola perilaku yang di dasari atau berkaitan dengan dimensi  moral yang positif  atau yang baik, bukan yang negatif atau yang buruk.    


D.  Ciri – Ciri Belajar.

       jika hakikat belajar adalah perubahan tingkah  laku, maka  ada beberapa perubahan tertentu yang dimasukkan ke dalam ciri-ciri belajar.
Ø  Perubahan yang terjadi secara sadar  ini berarti individu yang belajar akan menyadari terjadinya  perubahan itu atau sekurang-kurangnya individu merasakan telah terjadi adannya suatu perubahan dalam dirinya. Misalnya ia menyadari bahwa pengetahuannya bertambah, kecakapannyabertambah, kebiasaannya bertambah. Jadi, perubahan tingkah laku individu yang terjadi karena mabuk atau dalam keadaan tidak sadar, tidak termaksud kategoti perubahan dalam pengertian belajar. Karena individu yang bersangkutan tidak menyadari akan perubahan itu.
Ø  Perubahan dalam belajar bersifat fungsional dalam artian perubahan yang terjadi dalam diri individu berlangsung terus menerus dan tidak statis tetapi secara dinamis (berubaah). Misalnya seorang anak belajar menulis, ia akan mengalami perubahan dari tidak menulis menjadi dapat menulis.
Ø  Perubahan dalam belajar positif dan aktif, dimana perubahan positif disini berarti makin banyak usaha belajar dilakukan, makin banyak dan makin baik perubahan yang diperoleh. Sedang perubahan aktif yaitu bahwa perubahan itu tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan adannya usaha si individu sendiri.
Ø  Perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara perubahan yang bersifat sementara (temporer)yang terjadi hanya beberapa saat saja. Perubahan belajar yang bersifat menetap dan permanen, misalnya kecakan seorang anak dalam memainkan piano setelah belajar, tidak akan hilang, melainkan akan terus dimiliki bahkan makin berkembang bila terus dipergunakan atau dilatih.
Ø  Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah ini berarti bahwa perubahan tingkah laku itu terjadi karena ada tujuan yang akan dicapai. Perubahan belajar terarah pada perubahan tingkah laku yang benar-benar disadari.
Ø  Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku perubahan yang diperoleh individu setelah melalui suatu proses belajar, sebagai hasilnya ia akan mengalami perubahan tingkah laku secara menyeluruh dalam sifat kebiasaan, keterampilan,pengetahuan.

E.   Jenis – jenis Belajar
Berikut ini beberapa penjelasan ten tang jenis belajar, yaitu sebagai berikut :
a.       Belajar arti kata-kata maksudnya adalah orang mulai menangkap arti yang terkandung dalam kata-kata yang digunakan.
b.      Belajar  kognitif bahwa belajar kognitif bersentuhan dengan masalah mentalobjek-objek yang diamati dihadirkan dalam diri seseorang melalui tanggapan, gagasan.
c.       Belajar menghafal adalah merupakan aktivitas menanamkan suatu materiverbal didalam ingatan, sehingga nanti dapat di produksikan secara harfiah, seseui dengan materi yang asli. Peristiwa menghafal merupakan proses mentaluntuk menyimpan kesan-kesan.
d.      Belajar teoritis ini bertujuan untuk mendapatkan semua data dan fakta (pengetahuan)dalam suatu karangka organisasi mental sehingga dapat dijadikan sebagai bahan yang dugunakan untuk memecahkan problem.
e.       Belajar konsep adalah satu arti yang mewakili sejumlah obyek yang mempunyai ciri-ciri yang sama
f.       Belajar kaidah kemahiran intelektual (intectual skill)  dalam artian seseorang yang sudah belajar tentang suatu kaidah , maka mereka bisa menghubungkan beberapa konsep, karna bila dua konsep atau lebih dihubungkan satu sama lain maka terbentuk suatu ketentuan yang merepresentasikan suatu keteraturan.
g.      Belajar berfikir merupakan aktivitas yang sangat diperlukan selama belajar disekolah atau diperguruan tinggi, dimana kita dituntut untuk fokus untuk berfikir bagaimana untuk bisa memecahkan suatu masalah, dan berfikir itu sendiri kemampuan jiwa untuk meletakkan hubungan antara bagian-bagian pengetahuan. 




F.   Perbedaan Belajar Individu dan kelompok.
a.    Pengertian belajar individu belajar individu adalah  merupakan suatu kegiatan pembentukan kualitas diri serta membentuk suatu “change” (perubahan) yang dilakukan secara individu oleh si terdidik. Karna dengan belajar secara individu akan menciptakan situasi dimana keberhasilan individu menunjang  keberhasilan kelompok. Dalam artian secara langsung sang individu sudah terlatih untuk belajar secara mandiri.
b.    Pengertian belajar kelompok belajar  kelompok (koperatif) adalah aktifitas atau kegiatan yang sudah tidak asing lagi bagi pelajar, dimana terdapat dua atau lebih orang dengan tujuan untuk memecahkan suatu masalah,dimana kegiatan ini saling kerja sama, bertukar fikiran, saling memberi solusi atau ide, itu juga tidak lain dalam membentuk suatu perubahan secara sosial. Dalam pembelajaran secara koperatif ini setidaknya untuk mencapai 3 (tiga) tujuan, yaitu :
> hasil  belajar akademik
> penerimaan terhadap perbedaan individu
> mengembangkan keterampilan sosial

 
BAB. III
PENUTUP

A.      KESIMPULAN

-  Dari penjelasan kedua pengertian dan definisi di atas dapat di simpulkan bahwa buldingcharacter (pembentukan karakter) adalah suatu proses pembentukan watak atau budi pekerti. Tentunya dalam pengertian yang positif, tujuan dari pembentukan watak atau budi pekerti di sini adalah menjadi lebih baik dan terpuji dalam kapasitasnya sebagai pribadi yang mempunyai akal budi dan jiwa.
-  Akhir dari  kesimpulan bahwa belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, efektif, psikomotorik.
-  Kita juga harus mengetahui lebih lanjut tentang pembahasan  perbedaan belajar individu dalam proses buildingcharacter  mari kita fahami tentang perbedaan individu itu sendiri. lama sebelum perbedaan-perbedaan  individu di pelajari secara ilmiah orang telah menyadari bahwa ada perbedaan antara orang yang satu dengan orang lain. Perbedaan itu tidak hanya mengenai besar, bentuk dan roman muka, tetapi juga mengenai tingkah laku dan perbuatan. Bahwa walaupun dua orang sepintas lalu menunjukkan adannya ciri-ciri jasmani yang sama, misalnya pada anak kembar identik, maka bila diamati secara seksama terdapat juga perbedaan itu.
                                  

B.  SARAN
          Pembahasan tentang perbedaan belajar individu dalam proses CracterBuilding  sangat menarik untuk di kaji dan semoga dengan kami menyusun makalah ini kami berharap agar dalam proses belajar kita dapat mempermantap. Oleh karena itu dengan adanya lembaga pendidikan sekarang, kita harus lebih mebentuk kecakapan-kecakapan menjadi seorang pendidik yang memanusiakan manusi muda.  


DAFTAR PUSTAKA


Abdul, Drs  & Mustaqim, Drs, Psikologi Pendidikan, PT. Rineka Cipta, Jakarta, 2010. 
 Pembahasan Memahami Gaya dan Strategi  Belajar  Mahasiswa (on line ), (di unduh pada tanggal 19 february 2012 / http // www. Google.com)
perbedaan-belajar-individu-dalam-proses-character-building-pada-pendidikan  (on line ), (di unduh pada tanggal 19 february 2012 // http://id.shvoong.com/tags/ // www. Google.com)
psikologi Pendidikan (on line ), (di unduh pada tanggal 20  february 2012 / http /   / www. Google.com)



No comments:

Post a Comment