Google Yahoo Msn

Model Pembelajaran Berbasis Teori Psikologi (Langsung, Kooperatif, Masalah, dan Gabungan) - Psikologi Pendidikan

Written By Azhar El-Marosy on Tuesday, May 8, 2012 | Tuesday, May 08, 2012


gambar download makalah


Mata Kuliah                        : Psikologi Pendidikan
Dosen Pengampu            : Umi Kusyairy, S.Psi., M. A.
Tugas                                    : Kelompok IV(empat)

Model Pembelajaran
Berbasis Teori Psikologi (Langsung, Kooperatif, Masalah, dan Gabungan)








Disusun oleh :
Desriana(20400111025)
Dirwan L.(20400111027)
Fitri Amaliyah(20400111037)

English Education Department
Tarbiyah and Teaching Faculty
Alauddin State Islamic University of Makassar
2012/2013


KATA PENGANTAR

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT.,Tuhan semesta alam yang telah menghendaki terselesainya tugas makalah ini tepat pada waktunya. Salawat berbingkai salam tak lupa kita juga kami lantunkan kepada junjungan Nabi kita Muhammad SAW., yang telah membawa kita dari zaman kegelapan menuju zaman terang benderang yakni Islam Rahmatan Lil ‘Alamin. Makalah dengan topik pembahasan “Model Pembelajaran Berbasis Teori Psikologi (Langsung, Kooperatif, Masalah, dan Gabungan)” ini disusun dengan ringkas,dengan harapan agar pembaca dapat memahami dan mengamalkan ilmunya. Terselesaikannya pembuatan makalah ini, tidak terlepas dari bantuan pihak lain. Oleh karena itu, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada;
1.    Dosen pembimbing mata kuliah studi Psikologi Pendidikan,
2.    Semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan tugas makalah ini.
Kami menyadari penyusunan makalah ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, kami mohon kritk dan saran yang membangun dari para pembaca guna menyempurnakan isi dari pembahasan topik ini. Semoga makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita semua.



Penyusun,

Kelompok IV
DAFTAR ISI

Kata Pengantar..................................................................................................... i
Daftar Isi.............................................................................................................. ii
BAB I Pendahuluan
1.    Latar Belakang........................................................................................... 3
2.    Rumusan Masalah...................................................................................... 3
3.    Tujuan Makalah......................................................................................... 3
BAB II Pembahasan
A.  Pengertian Model Pembelajaran.................................................................. 4
B.   Macam-Macam Model Pembelajaran.......................................................... 5
C.   Peran Psikologi Dalam  Model Pembelajaran.............................................. 11
BAB III Penutup
A.  Kesimpulan................................................................................................ 13
B.   Saran.......................................................................................................... 13
Daftar Pustaka



BAB 1
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Pada dasarnya guru adalah seorang pendidik. Pendidik adalah orang dewasa dengan segala kemampuan yang dimilikinya untuk dapat mengubah psikis dan pola pikir anak didiknya dari tidak tahu menjadi tahu serta mendewasakan anak didiknya. Salah satu hal yang harus dilakukan oleh guru adalah dengan mengajar di kelas. Salah satu yang paling penting adalah performance guru di kelas. Bagaimana seorang guru dapat menguasai keadaan kelas sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan. Dengan demikian guru harus menerapkan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didiknya.
Tiap-tiap kelas bisa kemungkinan menggunakan yang model pembelajaran berbeda dengan kelas lain. Untuk itu, seorang guru harus mampu menerapkan berbagai model pembelajaran agar bisa menciptakan sistem pembelajaran yang efektif dan kondusif. Berdasar dari fakta di atas, disini kami akan memberikan pembahas tentang beberapa model pembelajaran yang berbasis teori psikologi.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa saja model pembelajaran yang berbasis teori psikologi ?
2.      Apa saja  peran penting psikologi dalam pembelajaran ?

C.     Tujuan Makalah
1.      Untuk mengenal dan mengetahui macam-macam model pembelajaran,
2.      Dapat membedakan model-model pembelajaran.












BAB II
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN MODEL PEMBELAJARAN
Pendidikan memegang peran penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkaualitas. Oleh karena itu, pendidikan hendaknya dikelola, baik secara kualitas maupun kuantitas. Hal tersebut bisa tercapai apabila siswa dapat menyelesaikan pendidikan tepat pada waktunya dengan hasil belajar yang baik. Hasil belajar seseorang, ditentukan oleh berbagai faktor yang mempengaruhinya. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar seseorang yaitu, kemampuan guru (profesionalisme guru) dalam mengelola pembelajaran dengan model yang tepat, yang memberi kemudahan bagi siswa untuk mempelajari materi pelajaran, sehingga menghasilkan pembelajaran yang lebih baik.

Berikut ini adalah pengertian model pembelajaran menurut pendapat para tokoh pendidikan antara lain:
1.      Agus Suprijono : pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas maupun tutorial.
2.      Mills : “model adalah bentuk representasi akurat sebagai proses aktual yang memungkinkan seseorang atau sekelompok orang mencoba bertindak berdasarkan model itu”.
3.      Richard I Arends : model pembelajaran mengacu pada pendekatan yang akan digunakan, termasuk di dalamnya tujuan-tujuan pembelajaran, tahap-tahap kegiatan di dalam pembelajaran, lingkungan pembelajaran dan pengelolaan kelas.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa, model pembelajaran adalah suatu pola atau bentuk representasi yang digunakan sebagai pedoman yang mengacu pada pendekatan yang akan digunakan ,termasuk di dalamnya tujuan-tujuan pembelajaran.















B.     MACAM-MACAM MODEL PEMBELAJARAN YANG BERBASIS TEORI PSIKOLOGI

     1. MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG
a. Pengertian Pembelajaran Langsung
Arends (1997) menyatakan: “The direct instruction model was specifically designed to promote student learning of procedural knowledge and declarative knowledge that is well structured and can be taught in a step-by-step fashion”. Artinya: Model pengajaran langsung secara khusus dirancang untuk mempromosikan belajar siswa dengan pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik dan dapat diajarkan secara langkah-demi-langkah.
b. Macam-Macam Pembelajaran Langsung
Adapun macam-macam pembelajaran langsung antara lain :
1. Ceramah, merupakan suatu cara penyampaian informasi dengan lisan dari seorang kepada sejumlah pendengar.
2.  Praktek dan latihan, merupakan suatu teknik untuk membantu siswa agar dapat menghitung dengan cepat yaitu dengan banyak latihan dan mengerjakan soal.
3. Ekspositori, merupakan suatu cara penyampaian informasi yang mirip dengan ceramah, hanya saja frekuensi pembicara/guru lebih sedikit.
4. Demonstrasi, merupakan suatu cara penyampaian informasi yang mirip dengan ceramah dan ekspositori, hanya saja frekuensi pembicara/guru lebih sedikit dan siswa lebih banyak dilibatkan.
5.  Questioner
6.  Mencongak
c.  Ciri-Ciri pada Pembelajaran Langsung
Model pembelajaran langsung mempunyai ciri-ciri, antara lain :
1.  Proses pembelajaran didominasi oleh keaktifan guru.
2.  Suasana kelas ditentukan oleh guru sebagai perancang kondisi.
3. Lebih mengutamakan keluasan materi ajar daripada proses terjadinya pembelajaran.
4.  Materi ajar bersumber dari guru.
d.  Tujuan Pembelajaran Langsung
Model pembelajaran langsung dikembangkan untuk mengefisienkan materi ajar agar sesuai dengan waktu yang diberikan dalam suatu periode tertentu. Dengan model ini cakupan materi ajar yang disampaikan lebih luas dibandingkan dengan model-model pembelajaran yang lain.
                        e. Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Langsung
Kelebihan pembelajaran langsung adalah memberikan kesempatan siswa belajar dengan mengamati secara selektif, mengingat dan menirukan apa yang dimodelkan gurunya. Oleh karena itu hal penting yang harus diperhatikan dalam menerapkan model pengajaran langsung adalah menghindari menyampaikan pengetahuan yang terlalu kompleks. Di samping itu, model pengajaran langsung mengutamakan pendekatan deklaratif dengan titik berat pada proses belajar konsep dan keterampilan motorik, sehingga menciptakan suasana pembelajaran yang lebih terstruktur.
Adapun kekurangan dari model pembelajaran ini, yaitu guru lebih mendominasi kelas. Di mana semuanya berasal dari guru, baik itu berupa materi maupun kegiatan belajar mengajar itu sendiri. Di sini guru lebih aktif dibanding siswa . Sehingga siswa menjadi pasif.

2. MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF
a. Pengertian Pembelajaran Kooperatif
Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak­tidaknya tiga tujuan penting pembelajaran, yaitu hasil belajar akademik, penerimaan terhadap keragaman, dan pengembangan keterampilan sosial (Ibrahim, dkk, 2000:7).
Menurut Slavin (1997), pembelajaran kooperatif, merupakan model pembelajaran dengan siswa bekerja dalam kelompok yang memiliki kemampuan heterogen.
Pembelajaran kooperatif atau cooperative learning mengacu pada model pengajaran, siswa bekerja bersama dalam kelompok kecil saling membantu dalam belajar (Nur dan Wikandari, 2000:25).
Eggen dan Kauchak (1993: 319) mendefinisikan pembelajaran kooperatif sebagai sekumpulan strategi mengajar yang digunakan guru agar siswa saling membantu dalam mempelajari sesuatu.
b.  Macam-Macam Model Pembelajaran Kooperatif
Ada 4 macam model pembelajaran kooperatif yang dikemukakan oleh Arends (2001), yaitu;
1. Student Teams Achievement Division (STAD)
Metode STAD (Student Achievement Division) untuk mengajarkan kepada siswa baik verbal maupun tertulis.
Langkah-langkah :
a. Siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok.
b. Tiap anggota menggunakan lembar kerja.akademik, kemudian saling membantu untuk menguasai bahan ajar melalui tanya jawab atau diskusi.
c. Tiap minggu atau 2 minggu guru mengevaluasi untuk mengetahui penguasaan materi.
d. Tiap siswa dan tiap TIM diberi skor atas penguasaannya terhadap materi, yg meraih prestasi tinggi diberi penghargaan.
2. Group Investigation (GI)
Dirancang Herbert Thelen,diperluas dan diperbaiki oleh Sharn() dkk, dibandingkan dg metode STAD & Jigsaw, metode GI dipandang sebagai metode yang paling kompleks dan sulit untuk dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif karena melibatkan siswa sejak perencanaan, baik dalam menentukan topik maupun cara mempelajarinya melalui investigasi.
Langkah-langkah ;
a.       Seleksi topik
Seleksi topik adalah pemilihan materi yang akan digunakan dalam metode ini.
b.      Merencanakan kerja sama
Dalam metode ini, para pelajar diajarkan untuk belejar melakukan suatu perencanaan yang mana bertujuan untuk berkerja sama antar anggota.
c.       Implementasi

d.      Analisis dan Sintesis
Melakukan analisa terhadap suatu masalah ataupun tugas yang diberikan. Dan sintesis merupakan suatu hasil dari analisa itu sendiri.
e.       Penyajian hasil akhir
Para pelajari, diharuskan untuk menyajikan atau mempersentasikan hasil akhir dari langkah-langkah ini.
f.       Evaluasi selanjutnya
Terakhir, yaitu merupakan penilaian yang dilakukan terhadap masing-masing pelajar.
3. Jigsaw
Dikembangkan oleh Slavin dkk (1997)
Langkahnya :
a. Kelas dibagi menjadi beberapa tim/kelompok,anggotanya 5-6 yang karakteristiknya heterogen.
b. Bahan yang disajikan bentuk teks, tiap siswa bertanggung jawab mempelajari.
c. Anggota dari beberapa tim yang berbeda bertanggung jawab mempelajari suatu bagian akademik yang sama,berkumpul,saling membantu mengkaji bagian bahan tersebut.Kumpulan siswa disebut kelompok pakar (expert group)
d. Para siswa yang ada dalam kelompok pakar kembali ke kelompok semula untuk mengajar anggota baru mengenai materi yang dipelajari dalam kelompok pakar.
e. Setelah diadakan pertemuan dan diskusi para siswa dievaluasi secara individual mengenai bahan yang pernah dipelajari.
f. Pemberian skor diberikan / dilakukan seperti dalam metode STAD. Nilai tertinggi diberi penghargaan oleh guru.
4. Structural Approach
Sedangkan dua pendekatan lain yang dirancang untuk kelas-kelas rendah adalah;
a. Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) digunakan pada pembelajaran membaca dan menulis pada tingkatan 2-8 (setingkat TK sampai SD), dan
b. Team Accelerated Instruction (TAI) digunakan pada pembelajaran matematika untuk tingkat 3-6 (setingkat TK).
Model pembelajaran kooperatif ditandai dengan adanya struktur tugas, struktur tujuan, dan struktur penghargaan (Arends, 1997: 110-111).
a. Struktur tugas mengacu pada cara pengaturan pembelajaran dan jenis kegiatan siswa dalam kelas,
b. Struktur tujuan, yaitu sejumlah kebutuhan yang ingin dicapai oleh siswa dan guru pada akhir pembelajaran atau saat siswa menyelesaikan pekerjaannya. Ada tiga macam struktur tujuan, yaitu:
1. Struktur tujuan individualistik,
2 . Struktur tujuan kompetitif,
3. Struktur tujuan kooperatif.
c. Struktur penghargaan kooperatif, yaitu penghargaan yang diberikan pada kelompok jika keberhasilan kelompok sebagai akibat keberhasilan bersama anggota kelompok.
c. Ciri-Ciri dan Tahapan pada Model Kooperatif
Menurut Arends (1997: 111), pembelajaran yang menggunakan model kooperatif memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.      siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menyelesaikan materi belajar,
2.      kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah,
3.      jika mungkin, anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, jenis kelamin yang berbeda-beda,
4.      penghargaan lebih berorientasi pada kelompok dari pada individu.


Pembelajaran kooperatif dilaksanakan mengikuti tahapan-tahapan sebagai berikut (Ibrahim, M., dkk., 2000: 10),
a.       Menyampaikan tujuan pembelajaran dan perlengkapan pembelajaran.
b.       Menyampaikan informasi.
c.        Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar.
d.       Membantu siswa belajar dan bekerja dalam kelompok.
e.        Evaluasi atau memberikan umpan balik dan memberikan penghargaan.
d.  Tujuan Pembelajaran Kooperatif
Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak­tidaknya tiga tujuan pembelajaran yang disarikan dalam Ibrahim, dkk (2000:7-8) sebagai berikut:Meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik. Beberapa ahli berpendapat bahwa model ini unggul dalam membantu siswa memahami konsep-konsep yang sulit.
1.       Penerimaan yang luas terhadap orang yang berbeda menurut ras, budaya, kelas sosial, kemampuan, maupun ketidakmampuan. Mengajarkan untuk saling menghargai satu sama lain.
2.      Mengajarkan kepada siswa keterampilan kerjasama dan kolaborasi. Keterampilan ini penting karena banyak anak muda dan orang dewasa masih kurang dalam keterampilan sosial.
Dan ini juga menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif menunjuk pada teori belajar behaviorisme.
e. Ketrampilan Pembelajaran Kooperatif
Melalui model ini diharapkan tidak cuma kemampuan akademik yang dimiliki siswa tetapi juga ketrampilan yang lain. Keterampilan-keterampilan itu menurut Ibrahim, dkk. (2000:47-55), antara lain:
1.       Keterampilan-keterampilan Sosial
2.       Keterampilan Berbagi
3.       Keterampilan Berperan Serta
4.       Keterampilan-keterampilan Komunikasi
5.       Pembangunan Tim
6.       Keterampilan-keterampilan Kelompok
f.    Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Kooperatif
Lingkungan  belajar  dan  sistem  pengelolaan  pada  model  pembelajaran koperatif  ini  dicirikan  oleh      proses  demokrasi  dan  peran  aktif  siswa  dalam menentukan  apa  yang  harus  dipelajari  dan  bagaimana  mempelajarinya.  Dalam pengaturan lingkungan diusahakan agar materi pembelajaran yang lengkap tersedia dan  dapat  diakses  setiap  siswa,  serta  guru menjauhi  kesalahan  tradisional  yakni secara ketat mengelola tingkah-laku siswa dalam kerja kelompok. Adapun kekurangan tidak begitu banyak, contohnya guru tidak berperan aktif dalam sistem belajar mengajar tentunya(kebalikan dari Model Pembelajaran langsung). Dan terkadang dalam pembelajaran kooperatif, para pelajar hanya banyak bercerita(gosip).

3. MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH
a. Pengertian Pembelajaran Berdasarkan Masalah
Pembelajaran berdasarkan masalah merupakan pendekatan yang efektif untuk pengajaran proses berpikir tingkat tinggi. Pembelajaran ini membantu siswa untuk memproses informasi yang sudah jadi dalam benaknya dan menyusun pengetahuan mereka sendiri tentang dunia sosial dan sekitarnya. Pembelajaran ini cocok untuk mengembangkan pengetahuan dasar maupun kompleks (Ratumanan, 2002 : 123).
b. Macam-Macam Pembelajaran Berdasarkan Masalah
Macam-macam pembelajaran berdasarkan masalah Menurut Arends (1997), antara lain :
1.       Pembelajaran berdasarkan proyek (project-based instruction), pendekatan pembelajaran yang memperkenankan siswa untuk bekerja mandiri dalam mengkonstruk pembelajarannya.
2.       pembelajaran berdasarkan pengalaman (experience-based instruction), pendekatan pembelajaran yang memperkenankan siswa melakukan percobaan guna mendapatkan kesimpulan yang benar dan nyata.
3.       belajar otentik (authentic learning), pendekatan pengajaran yang memperkenankan siswa mengembangkan ketrampilan berpikir dan memecahkan masalah yang penting dalam konsteks kehidupan nyata.
4.      Pembelajaran bermakna (anchored instruction), pendekatan pembelajaran yang mengikuti metodologi sains dan memberi kesempatan untuk pembelajaran bermakna.
c. Ciri-Ciri dan Tahapan pada Pembelajaran Berdasarkan Masalah
Ciri-ciri dari model pembelajaran berdasarkan masalah menurut Arends (2001 : 349), antara lain :
1.       Pengajuan pertanyaan atau masalah.
2.      Berfokus pada keterkaitan antar disiplin.
3.       Penyelidikan autentik. Pembelajaran berdasarkan masalah mengharuskan siswa melakukan penyelidikan autentik untuk mencari penyelesaian nyata terhadap masalah nyata. Mereka harus menganalisis dan mendefinisikan masalah, mengembangkan hipotesis, dan membuat ramalan, mengumpul dan menganalisa informasi, melakukan eksperimen (jika diperlukan), membuat inferensi, dan merumuskan kesimpulan.
4.      Menghasilkan produk dan memamerkannya.
5.      Kolaborasi. Pembelajaran berdasarkan masalah dicirikan oleh siswa yang bekerja sama satu dengan yang lainnya, paling sering secara berpasangan atau dalam kelompok kecil. Bekerja sama memberikan motivasi untuk secara berkelanjutan terlibat dalam tugas-tugas kompleks dan memperbanyak peluang untuk berbagi inkuiri dan dialog dan untuk mengembangkan keterampilan sosial dan ketrampilan berfikir.
Pengajaran berdasarkan masalah terdiri dari 5 langkah utama yang dimulai dengan guru memperkenalkan siswa dengan suatu situasi masalah dan diakhiri dengan penyajian dan analisis hasil kerja siswa.
Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. (Sumber: Ibrahim,2000:13). Kelima langkah tersebut dijelaskan berdasarkan langkah-langkah berikut,
1.      Tahap-1
Orientasi siswa pada masalah
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan logistik yang dibutuhkan, mengajukan fenomena atau demonstrasi atau cerita untuk memunculkan masalah, memotivasi siswa untuk terlibat dalam pemecahan masalah.
2.      Tahap-2
Mengorganisasi siswa untuk belajar.
Guru membantu siswa untuk mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut.
3.       Tahap-3
Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok.
Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen, untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah.
4.      Tahap-4
Mengembangkan dan menyajikan hasil karya.
Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, video, dan model serta membantu mereka untuk berbagi tugas dengan temannya.
5.      Tahap-5
Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.
d. Tujuan Pembelajaran Berdasarkan Masalah
Pembelajaran berdasarkan masalah tidak dirancang untuk membantu guru memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada siswa. Pembelajaran berdasarkan masalah dikembangkan untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir, pemecahan masalah, dan keterampilan intelektual; belajar berbagai peran orang dewasa melalui pelibatan mereka dalam pengalaman nyata atau simulasi; dan menjadi pebelajar yang otonom dan mandiri (Ibrahim, 2000 : 7).Menurut Sudjana manfaat khusus yang diperoleh dari metode Dewey adalah metode pemecahan masalah. Tugas guru adalah membantu para siswa merumuskan tugas-tugas, dan bukan menyajikan tugas-tugas pelajaran. Objek pelajaran tidak dipelajari dari buku, tetapi dari masalah yang ada di sekitarnya.
e. Peran Guru dalam Pembelajaran Berdasarkan Masalah
Menurut Ibrahim (2003:15), di dalam kelas PBI, peran guru berbeda dengan kelas tradisional. Peran guru di dalam kelas PBI antara lain sebagai berikut:
1.      Mengajukan masalah atau mengorientasikan siswa kepada masalah autentik, yaitu masalah kehidupan nyata sehari-hari.
2.      Memfasilitasi/membimbing penyelidikan misalnya melakukan pengamatan atau melakukan eksperimen/ percobaan.
3.      Memfasilitasi dialog siswa.
4.       Mendukung belajar siswa.
f. Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Berbasis Masalah
            Lingkungan  belajar  dan  sistem  pengelolaan  pada  model  pembelajaran berbasis masalah  ini  dicirikan  oleh    adanya  sifat  terbuka,  proses  demokrasi,  dan peranan  aktif  siswa.  Keseluruhan  proses  diorientasikan    untuk  membantu  siswa menjadi  mandiri,  otonom,  percaya  pada  keterampilan    intelektual  sendiri  melalui keterlibatan aktif dalam lingkungan yang berorientasi pada inkuiri terbuka dan bebas mengemukakan pendapat.
            Adapun kekurangan dari model pembelajaran berbasis masalah, yaitu tugas guru hanya membantu para siswa merumuskan tugas-tugas, dan bukan menyajikan tugas-tugas pelajaran. Objek pelajaran tidak dipelajari dari buku, tetapi dari masalah yang ada di sekitarnya.
                          4.PEMBELAJARAN GABUNGAN
      Pembelajaran gabungan merupakan rangkuman dari kelebihan-kelebihan ketiga model pembelajaran yaitu model pembelajaran langsung, model pembelajaran kooperatif, dan model pembelajaran berbasis masalah.
       Adapun kelebihan-kelebihan dari ketiga model pembelajaran ini , antara lain :
1.      Kelebihan pembelajaran langsung adalah memberikan kesempatan siswa belajar dengan mengamati secara selektif, mengingat dan menirukan apa yang dimodelkan gurunya. Oleh karena itu hal penting yang harus diperhatikan dalam menerapkan model pengajaran langsung adalah menghindari menyampaikan pengetahuan yang terlalu kompleks. Di samping itu, model pengajaran langsung mengutamakan pendekatan deklaratif dengan titik berat pada proses belajar konsep dan keterampilan motorik, sehingga menciptakan suasana pembelajaran yang lebih terstruktur.
2.      Lingkungan  belajar  dan  sistem  pengelolaan  pada  model  pembelajaran koperatif  ini  dicirikan  oleh      proses  demokrasi  dan  peran  aktif  siswa  dalam menentukan  apa  yang  harus  dipelajari  dan  bagaimana  mempelajarinya.  Dalam pengaturan lingkungan diusahakan agar materi pembelajaran yang lengkap tersedia dan  dapat  diakses  setiap  siswa,  serta  guru menjauhi  kesalahan  tradisional  yakni secara ketat mengelola tingkah-laku siswa dalam kerja kelompok.
3.      Lingkungan  belajar  dan  sistem  pengelolaan  pada  model  pembelajaran berbasis masalah  ini  dicirikan  oleh    adanya  sifat  terbuka,  proses  demokrasi,  dan peranan  aktif  siswa.  Keseluruhan  proses  diorientasikan    untuk  membantu  siswa menjadi  mandiri,  otonom,  percaya  pada  keterampilan    intelektual  sendiri  melalui keterlibatan aktif dalam lingkungan yang berorientasi pada inkuiri terbuka dan bebas mengemukakan pendapat.
C.    PERAN PENTING PSIKOLOGI DALAM PROSES PEMBELAJARAN
Beberapa peran penting psikologi dalam proses pembelajaran adalah :
Menurut Abimanyu (1996) mengemukakan bahwa peranan psikologi dalam pendidikan dan pengajaran ialah bertujuan untuk memberikan orientasi mengenai laporan studi, menelusuri masalah-masalah di lapangan dengan pendekatan psikologi serta meneliti faktor-faktor manusia dalam proses pendidikan dan di dalam situasi proses belajar mengajar. Psikologi dalam pendidikan dan pengajaran banyak mempengaruhi perumusan tujuan pendidikan, perumusan kurikulum maupun prosedur dan metode-metode belajar mengajar. Psikologi ini memberikan jalan untuk mendapatkan pemecahan atas masalah-masalah sebagai berikut:
1. Perubahan yang terjadi pada anak didik selama dalam proses pendidikan,
2. Pengaruh pembawaan dan lingkungan atas hasil belajar,
3. Teori dan proses belajar ,
4. Hubungan antara teknik mengajar dan hasil belajar,
5. Perbandingan hasil pendidikan formal dengan pendidikan informal atas diri individu,
6. Pengaruh kondisi sosial anak didik atas pendidikan yang diterimanya,
7. Nilai sikap ilmiah atas pendidikan yang dimiliki oleh para petugas pendidikan,
8. Pengaruh interaksi antara guru dan murid dan antara murid dengan murid,
9. Hambatan, kesulitan, ketegangan, dan sebagainya yang dialami oleh anak didik selama proses pendidikan ,
10. Pengaruh perbedaan individu yang satu dengan individu yang lain dalam batas kemampuan belajar .


BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar seseorang yaitu, kemampuan guru (profesionalisme guru) dalam mengelola pembelajaran dengan metode-metode yang tepat, yang memberi kemudahan bagi siswa untuk mempelajari materi pelajaran, sehingga menghasilkan pembelajaran yang lebih baik. Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Adapun metode-metode yang digunakan antara lain, metode pembelajaran berbasis teori psikologi baik secara langsung, kooperatif, masalah, maupun gabungan.

Saran
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan. Oleh karena itu, kami mohon kritik dan saran yang membangun dari para pembaca guna menyempunakan isi pembahasan topik ini.  Semoga makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita semua.













DAFTAR PUSTAKA
 ________­­­­­_, dkk. 2000. Pembelajaran Koperatif. Surabaya : Unesa-University Press
__________.Modelmodelpembelajarandisekolahdasar,(Online),(diunduh pada tanggal 28 Februari 2012, http://kantiti0710.blog.uns.ac.id/2010/11/model-model-pembelajaran-di-sekolah-dasar/#more-78)
__________.Pengertiandandefinisipsikologi,(Online),(diunduh pada tanggal 9        Maret 2012, http://sutondoscript.blogspot.com/2011/06/pengertian-dan-definisi-psikologi.html)
__________.Pengertianmodelpembelajaran,(Online),(diunduh pada tanggal  10 Maret 2012, http://zonainfosemua.blogspot.com/2010/11/pengertian-model-pembelajaran-dari.html)
Ibrahim, M. & Nur, M. 2000. Pembelajaran Berdasarkan Masalah. Surabaya :  Unesa-University Press
Ibrahim, M., Rachmadiarti, F., Nur, M., dan Ismono. 2000. PembelajaranKooperatif. Surabaya: University Press
Slavin, R.E. 1995. Cooperative Learning,Theory, Research, and Practice,Second Edition.Boston:Allyn and Bacon.














Daftar Pertanyaan
1.      Edwin Adnan                                    : Apakah ada kelebihan dan kelemahan dari model pembelajaran langsung dan model pembelajaran kooperatif?
2.      Emilia                                     : Seberapa pentingkah bagi seorang guru dalam menentukan teori apa saja  yang harus dipetakan sebelum melaksanakan proses belajar-mengajar agar menjadi pembelajaran yang efektif?
3.      Fachruddin Nur Hidayat     : Apa saja hasil akhir dari model-model pembelajaran yang bisa didapatkan?
4.      Dwi Oktaviani                       : Pada ciri-ciri model pembelajaran langsung yaitu lebih mengutamakan keluasan materi ajar dibanding dengan proses belajar itu sendiri, Jelaskan pernyataan tersebut! Dan apa saja yang didapatkan dari model pembelajaran berbasis masalah itu sendiri?
5.      Andi Winda Sri Lestari        : Apakah yang di maksud dengan karakteristik heterogen?

No comments:

Post a Comment